Selasa, 18 November 2014

Kang Ridwan Kamil Bersama Duta Besar Inggris Keliling Bandung


BANDUNG, KOMPAS.com - Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, mengajak Duta Besar Inggris untuk Indonesia yang baru, Moazzam Malik, berkeliling Kota Bandung menggunakan bus wisata Bandung Tour On Bus (Bandros), Selasa (18/11/2014).

Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Emil ini mengajak Moazzam mengunjungi beberapa destinasi wisata di Kota Bandung, seperti Museum Konferensi Asia Afrika di Gedung Merdeka dan Pendopo Kota Bandung.

Emil juga memamerkan beberapa infrastruktur umum yang telah dibangun seperti Taman Film dan juga bank sampah di Jalan Linggawastu. Namun karena hujan deras yang mengguyur, rombongan batal melihat bank sampah.

"Ini kunjungan pertama saya di luar Jakarta. Saya baru 1 bulan (menjabat) dan kunjungan saya langsung ke Bandung," ujar Moazzam saat ditemui di Taman Film, Kebon Bibit, Tamansari, Kota Bandung, Selasa siang.

Moazzam mengaku sangat senang bisa mendapatkan kesempatan menaiki Bandros. Menurut dia, hal tersebut adalah pengalaman unik meski diakuinya bus model seperti itu sudah tidak asing lagi di Inggris.

"Bus tur ini bagus sekali. Menyenangkan bisa lihat tempat-tempat wisata di Bandung. Pengalaman bagus untuk saya dan wisatawan juga," ujarnya.

Yang membedakan bus Bandros di Bandung dan bus double decker di Inggris adalah masalah pemanfaatannya. Jika Bandung bus Bandros digunakan untuk wisata, di Inggris justru digunakan untuk transportasi.

"Sangat senang sekali melihat 'double decker' di Bandung. Ini menjadi simbol kerjasama antara Bandung dan London," tandasnya.

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, mengatakan, ke depan bus Bandros bakal ditambah menjadi 30 unit. Pria yang akrab disapa Emil ini mengajak Moazzam untuk bekerjasama dengan cara memberikan kesempatan kepada perusahaan-perusahaan Inggris untuk berpromosi di Bandros.

"Ke depan, bus Bandros ini akan menggunakan LED untuk promosi," ujar Emil kepada Moazzam.

Berapa Harga Bus Pariwisata Pasca Kenaikan BBM November ini??

Suasana di salah satu terminal bus.
VIVAnews - Pelaku usaha yang tergabung dalam Organisasi Angkutan Darat (Organda) akan melakukan mogok massal. Keputusan ini diambil sebagai tanggapan atas kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

"Ini merupakan keputusan bersama Organda seluruh Indonesia yang akan melakukan mogok masal selama 24 jam," kata Hantoro, Ketua Pariwisata - AKAP, Organda DIY, Selasa 18 November 2014.

Terhitung mulai Rabu, 19 November 2014, pukul 00.00 WIB hingga Kamis, 20 November 2014 pukul 00.00 WIB, seluruh armada angkutan darat yang ada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan mogok beroperasi.

Meski angkutan umum akan mogok, untuk angkutan pariwisata yang sudah terikat kontrak, tetap akan berjalan seperti biasanya. Sebab, tidak mungkin pengusaha otobus memutus kontrak secara sepihak.

Dilarang menaikkan tarif

Hantoro memastikan, sebelum ada keputusan resmi terkait dengan kenaikan tarif angkutan umum antara Organda dan pemerintah, angkutan umum dilarang untuk menaikkan tarif secara sepihak, meski hal itu sangat memberatkan.

"Kami akan berusaha secepat mungkin berunding dengan pemerintah untuk penyesuaian tarif angkutan umum berdasarkan besaran kenaikan harga BBM bersubsidi," ujarnya.

Lebih lanjut, Hantoro mengatakan, dengan kenaikan harga BBM bersubsidi jenis solar hingga di atas 30 persen, menjadi pukulan telak bagi pengusaha angkutan wisata atau bus antar kota dan provinsi.

"Untuk bus wisata ukuran besar setiap kenaikan solar Rp500, maka kenaikan sewa bus Rp200.000 sehingga ketika naik sebesar Rp2.000, kenaikan harga sewa bus besar mencapai Rp800.000," tuturnya.

Harga sewa bus besar, saat ini, selama 14 jam, sebesar Rp2,4 juta. Nantinya, harga sewa bus naik menjadi Rp3,2 juta. (art)